Teori Pengambilan Keputusan

1. Pengertian Pengambilan Keputusan


Proses dalam menentukan pilihan yang dianggap paling baik dinamakan
pengambilan keputusan. Ini sesuai dengan pendapat Suharnan (2005) Pengambilan
keputusan ialah proses memilih atau menentukan berbagai kemungkinan diantara
situasi-situasi yang tidak pasti. Pembuatan keputusan terjadi di dalam situasi-situasi
yang meminta seseorang harus membuat prediksi kedepan, memilih salah satu
diantara dua pilihan atau lebih, membuat estimasi atau prakiraan mengenai frekuensi
prakiraan yang akan terjadi (Suharnan, 2005).
Kemdal dan Montgomery (dalam Ranyard, Crozier, dan Svenson, 1997)
pengambilan keputusan adalah melibatkan upaya untuk menyusun dan
menstrukturisasi informasi yang tersedia untuk mendukung pilihan akhir, melibatkan
emosi dalam pengambilan keputusan sebelum dan setelah keputusan, melibatkan
pengambilan keputusan melalui interaksi yang dinamis dan adanya perbedaan antara
kepuasan dan penyesalan dalam pengambilan keputusan sebelum dan sesudah proses
proses keputusan.
Sweeney dan Mc Farlin (dalam Sarwono, 2012) mendefinisikan bahwa
pengambilan keputusan sebagai proses dalam mengevaluasi satu atau lebih pilihan
dengan tujuan meraih hasil terbaik yang diharapkan.
keputusan melibatkan proses berpikir, dimana individu mengevaluasi alternatif
alternatif dan membuat pilihan (Santrock, 2007).
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pengambilan
keputusan adalah proses memilih atau menentukan berbagai kemungkinan diantara
situasi-situasi yang tidak pasti. Sementara pengambilan keputusan melibatkan proses
berpikir, dimana individu mengevaluasi alternatif-alternatif dan membuat pilihan.

2. Pemilihan Jurusan Di Perguruan Tinggi

Menurut Robbins (2001) Definisi Pemilihan adalah pengambilan keputusan
merupakan suatu proses dimana seseorang menjatuhkan pilihannya dari beberapa
alternatif pilihan yang ada. Setyowati (dalam Yuliyanti 2006) keputusan untuk
memilih jurusan di Perguruan Tinggi merupakan hasil pertimbangan terbaik untuk
mahasiswa yang bersangkutan. Pemilihan jurusan artinya menentukan jurusan atau
bidang keahlian tertentu yang sesuai rencana jangka pendek dan panjang.
Perguruan tinggi biasanya disebut juga Universitas. Menurut kamus Bahasa
Indonesia (2007) Universitas adalah perguruan tinggi yang terdiri dari beberapa
fakultas yang menyelenggarakan pendidikan ilmiah dan atau professional dalam
sejumlah disiplin ilmu tertentu. Sementara itu menurut Hardjana (dalam Yuliyanti,
2014), perguruan tinggi adalah suatu pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi.
Dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan pemilihan jurusan di
Perguruan Tinggi adalah sebuah proses berpikir dimana individu mengevaluasi satu
atau lebih alternatif dan membuat sebuah pilihan dalam menentukan jurusan atau 
bidang keahlian tertentu pada Perguruan Tinggi sebagai rencana persiapan jangka
pendek atau panjang individu agar tercipta suatu hasil yang baik.

3. Aspek Pengambilan Keputusan

Proses penyelesaian masalah yang dilakukan secara sadar dengan cara
membuat suatu pilihan dari sejumlah alternatif pemecahan masalah yang ada disebut
pengambilan keputusan. Menurut Kemdal dan Montgomery (dalam Ranyard, Crozier,
dan Svenson, 1997) mengemukakan lima aspek pengambilan keputusan, yaitu: 

1. Keadaan (circumstances)

Pengambilan keputusan individu akan menerima masukan dari orang lain dan
pandangan lingkungan sekitar mengenai keputusan yang akan dibuatnya.
Sama halnya dengan individu yang ingin mengambil keputusan dalam
pemilihan jurusan, individu akan mendapatkan masukan dari orang lain dan
pandangan lingkungan sekitar mengenai jurusan yang akan dipilihnya.

2. Preferensi (preferences)

Pengambilan keputusan individu sudah memliki tujuan, harapan dan
keinginan yang akan dicapai dari keputusannya. Sama dengan halnya
mengambil keputusan dalam memilih jurusan, individu dalam memilih
jurusan sudah memiliki tujuan, harapan dan keinginan akan jurusan yang akan
dipilihnya.

3. Emosi (emotions)

Emosi dapat mendorong individu untuk berpikir dan bertindak pada berbagai
alternatif pilihan yang ada dan emosi dapat memberikan umpan balik terhadap
alternatif pilihan pada keputusan. Reaksi dari emosi dapat berupa reaksi
positif (senang, bahagia dan nyaman) atau rekasi negatif (sedih, takut dan
marah) terhadap setiap alternatif pilihan dan situasi yang berbeda. Dalam
hubungannya dengan pemilihan jurusan, emosi dari individu dapat
menentukan pilihan individu mengenai jurusan yang akan dipilihnya,
tergantung dari rekasi setiap situasi yang ada.

4. Tindakan (action)

Mengambil keputusan perlu adanya sesuatu hal yang mendukung, oleh karena
itu individu akan berusaha mencari informasi, membuat rencana, bertanya
kepada orang lain guna mendukung keputusannya. Dalam hubungannya
membuat keputusan jurusan individu perlu mencari informasi, membuat
rencana dan bertanya kepada orang lain mengenai jurusan yang akan
dipilihnya, hal ini akan membuat individu dapat membuat keputusan dalam
memilih karena mendapat informasi yang berguna akan pilihan jurusannya.

5. Hipotesis individu (beliefs)

Individu harus memiliki hipotesa, keyakinan dan mengetahui konsekuensi
dari keputusan yang akan diambil. Sama halnya dengan pemilihan jurusan,
individu harus memiliki hipotesa, keyakinan dan mengetahui konsekuensi dari
setiap pilihan jurusan yang akan diambil.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa aspek
pengambilan keputusan adalah keadaan, preferensi, emosi, tindakan dan
hipotesis individu14

4. Tahapan Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan membutuhkan tahapan sebelum seseorang benar
benar yakin akan pilihan yang akan diambilnya. Halpern (dalam Suharnan, 2005)
membagi pengambilan keputusan ke dalam beberapa tahapan yaitu:
  • a. Mengidentifikasi bahwa suatu keputusan perlu dibuat atau diambil berkaitan dengan permasalahan yang tengah dihadapi.
  • b. Mencari dua alternatif atau lebih yang dianggap cocok dengan tujuan yang diinginkan. Biasanya masing-masing alternatif memiliki pro dan kontra.
  • c. Tugas pokok pembuat keputusan adalah memilih alternatif yang terbaik diantara alternatif-alternatif yang telah dihasilkan itu.
  • d. Alternatif terbaik dipilih kemudian dilaksanakan, sambil terus dilakukan evaluasi hasil-hasilnya.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tahapan
pengambilan keputusan yaitu mengidentifikasi bahwa suatu keputusan perlu dibuat,
mencari dua alternatif atau lebih, memilih alternatif yang terbaik, alternatif terbaik
dipilih kemudian dilaksanakan.

5. Faktor Pengambilan Keputusan

Sternberg (2006) menyebutkan lima faktor pengambilan keputusan sebagai
berikut: mempertimbangkan semua kemungkinan alternatif yang tersedia,
menggunakan informasi yang tersedia secara maksimal, mempertimbangkan resiko
dan keuntungan dari setiap alternatif, memperhitungkan kemungkinan hasil atau
dampak yang paling besar dari masing-masing alternatif.15
Krumboltz (dalam Pratiwi, 2016) menjelaskan empat faktor yang
mempengaruhi pengambilan keputusan yaitu:

a. Lingkungan

Lingkungan sosial dan lingkungan keluarga memberikan pengaruh dalam
pengambilan keputusan seseorang, yaitu mendukung atau mengkritik tindakan
yang dilakukan. Lingkungan keluarga dan orang tua lebih mempengaruhi
pengambilan keputusan karena keluarga merupakan lingkungan pertama
perkembangan seseorang.

b. Genetik

Kondisi seseorang membatasi keputusan untuk menyusun suatu rencana,
faktor ini berupa kondisi fisik seperti wajah, jenis kelamin, suku bangsa, dan
kekurangan fisik.

c. Pengalaman Belajar

Pengalaman belajar mempengaruhi tingkah laku dan putusan, pengalaman
belajar terdiri dari dua jenis, yaitu belajar instrumental dan asosiatif.
Pengalaman belajar intrumental dilakukan melalui pengalaman langsung.
Pengalaman asosiatif dilakukan dengan mengkaitkan kejadian-kejadian yang
dialami.

d. Ketrampilan menghadapi tugas

Ketrampilan ini diperoleh melalui intraksi antara pengalaman belajar, genetik,
dan lingkungan.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa faktor
pengambilan keputusan yaitu mempertimbangkan semua kemungkinan alternatif
yang tersedia, menggunakan informasi yang tersedia secara maksimal,
mempertimbangkan resiko, dan dampak yang paling besar dari masing-masing
alternatif.

No comments for "Teori Pengambilan Keputusan"