Semua Tentang Sudut Pandang (Part 1)
Cerita hanya fiksi belaka dan imajinasi penulis, cerpen dan novel apapun itu, ini hanya waktu luang ku..
Ceritanya dimulai di sebuah sekolah kecil di pinggiran desa yang dikelilingi oleh hamparan sawah hijau dan gunung-gunung kecil di kejauhan. Suasana pagi yang cerah membuat anak-anak sekolah tampak semangat dan antusias.
Tepat pada saat bel masuk berbunyi, seorang gadis kecil berambut panjang dan berpita merah di kepala berjalan pelan menuju gerbang sekolah SMA Negeri 1 Gunung Sari Namanya Anisa. Dia baru saja pindah ke desa ini dari kota besar. Matahari pagi membuat rambutnya berkilauan dan pita merah di kepalanya bercahaya.Saat Maya memasuki gerbang sekolah, semua mata tertuju padanya. Beberapa anak menatapnya dengan rasa ingin tahu, sementara yang lain menatap dari jauh dengan penuh penasaran
suasana ceria menyambut awal tahun ajaran baru. Anak-anak bersemangat berkumpul di lapangan sekolah, menunggu untuk mengetahui siapa teman sekelas mereka dan siapa guru yang akan mengajar mereka.Kepala sekolah, Pak Firmansyah dengan senyum hangat memimpin proses pembagian kelas di halaman sekolah yang teduh. Dia memegang daftar nama-nama murid dan memanggil satu per satu untuk masuk ke dalam ruang kelas mereka masing-masing.Pertama kali dipanggil adalah kelas 10A. Murid-murid berjalan dengan gembira masuk ke dalam ruang kelas yang penuh dengan bangku-bangku kayu yang rapi. Di dalam kelas, mereka disambut oleh Bu Puryani, guru yang ramah dan penuh semangat. Dia mengajak murid-muridnya duduk dan segera memulai acara salam-salaman dan perkenalan.Setelah kelas 10, giliran kelas 10B dipanggil. Anak-anak yang ada di kelas ini juga bersemangat mengikuti langkah mereka ke dalam ruang kelas yang bersebelahan. Bu Eka, guru kelas mereka, dengan senyum lebar menyambut setiap murid yang masuk, membantu mereka menemukan tempat duduk dan memperkenalkan mereka satu sama lain.Proses pembagian kelas berlanjut dengan lancar untuk kelas-kelas lainnya. Setiap kelas memiliki suasana yang unik, tergantung pada kepribadian guru dan karakteristik siswa di dalamnya. Beberapa kelas penuh dengan keceriaan dan tawa, sementara yang lain lebih tenang namun penuh dengan semangat belajar.
Pembagian kelas bukan hanya sekadar penentuan siapa yang akan belajar bersama di satu ruang kelas, tetapi juga awal dari petualangan baru untuk belajar, berteman, dan tumbuh bersama. Setiap murid dan guru membawa warna dan cerita mereka sendiri ke dalam setiap kelas, menciptakan kehidupan sekolah yang penuh dengan kegembiraan dan semangat belajar.
Anisa sendiri mendapat kelas 10B, anisa dengan hati yang berdebar-debar berjalan menuju pintu masuk kelas 10B. Gadis dengan rambut panjang terikat rapi dengan pita merah. Langkahnya terasa ragu namun penuh antusiasme akan petualangan baru yang menantinya. Ketika Maya memasuki kelas, Bu eka dengan senyum hangat menyambutnya. "Selamat pagi, Maya! Sambil sorot mata bu eka ke arah dada dini yang tertulis nama maya, Selamat datang di kelas 10B," ucap Bu Eka sambil mengarahkan Maya ke tempat duduknya.
Anisa diarahkan untuk duduk di bangku dekat jendela di sudut kelas. Dia menaruh tasnya dengan hati-hati di samping bangku dan duduk dengan perasaan campuran antara gugup dan rasa ingin tahu. Di sebelahnya, duduk seorang anak gadis dengan senyum ramah yang memperkenalkan diri sebagai Nita. Mereka segera mulai berbincang, Nita bertanya dari mana Anisa berasal dan bagaimana pendapatnya tentang desa ini. Anisa menjawab dengan sopan sambil mengamati sekitar kelas, memperhatikan buku-buku dan peralatan yang terpajang rapi di atas meja. Nita adalah gadis cantik dengan rambut panjang yang mengalir halus dan senyum yang menawan.
Suasana kelas tiba-tiba hening ketika Bu eka, sedikit mengetuk meja beberapa kali. Dengan senyum lebar, Bu eka menyapa murid-muridnya sambil mengatur buku-buku dan materi pelajaran di atas meja pengajar.Setelah mengatur segalanya dengan cermat, Bu eka memperkenalkan diri di depan kelas dengan penuh senyum yang ramah, setalah itu dilanjutkan oleh anak anak yang meja nya berada di depan,
Sampai akhirnya giliran anisa, dengan langkah yang sedikit gemetar anisa maju ke depan kelas,,,,
Bersambung....
No comments for "Semua Tentang Sudut Pandang (Part 1)"
Post a Comment